Pengantar Agama Hindu

Agama Hindu, sebuah agama tradisi berasal dari India, yang mengandung kepercayaan dan amalan ajaran Hindu. Kata Hindu didapat dari kata sungai Sindhu, atau Indus. Pada awalnya merupakan istilah geografis yang merujuk pada India atau sebuah wilayah di India (dekat Sindhu) sejauh hingga abad ke-6 Sebelum Masehi (SM). Kata Hinduisme sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang baru muncul. Hinduisme memasuki bahasa Inggris pada awal abad ke-19 untuk menggambarkan kepercayaan dan amalan dari penduduk India yang tidak menganut agama Islam maupun Kristen dan tidak mengamalkan Judaisme maupun Zoroastrianisme.

Di dalam persoalan kebanyakan agama, kepercayaan dan amalan datang pada permulaan, dan kemudian mereka yang menganutnya diakui sebagai pengikut. Di dalam perkara tradisi Hindu, namun, pengakuan atas agama Hindu datang lebih dulu, dan kepercayaan juga amalan mereka merupakan isi dari agama tersebut. Umat Hindu sendiri memilih menggunakan istilah Sansekerta sanātana dharma bagi tradisi agama mereka. Sanātana dharma kerap diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai ʺtradisi kekalʺ atau ʺagama kekalʺ namun terjemahan dharma sebagai ʺtradisiʺ atau ʺagamaʺ memberikan pemahaman kata yang sangat terbatas, bahkan keliru. Dharma memiliki banyak pengertian di dalam Sansekerta, bahasa suci dari kitab suci Hindu, termasuk ʺtatanan moral,ʺ ʺkewajiban,ʺ dan ʺtindakan yang benar.ʺ

Tradisi Hindu menganjurkan umatnya untuk mencari kebenaran spiritual dan moral di mana pun ia ditemukan, sementara mengakui bahwa tidak ada keyakinan sanggup mengandung kebenaran tersebut dalam bentuk sepenuhnya dan tiap individu harus menyadari kebenaran ini melalui usaha sistematisnya sendiri. Pengalaman kita, alasan kita, dan dialog kita dengan yang lain – terutama dengan individu yang telah tercerahkan –  menyediakan beragam cara yang menguji pemahaman kita atas kebenaran spiritual dan moral. Maka kitab suci Hindu, berdasarkan wawasan bijak dan pemerhati agama Hindu, secara utama berfungsi sebagai buku panduan. Akan tetapi kebenaran datang kepada kita melalui kesadaran ilahi langsung atau kenyataan pokok. Pada agama-agama lain kenyataan terakhir ini dikenal sebagai Tuhan. Umat Hindu menyebutnya dengan berbagai nama, tetapi nama yang paling umum adalah Brahman.

Pada bermacam agama kebenaran dihantarkan atau diungkapkan melalui sebuah sumber ilahi dan memasuki dunia melalui seorang agen tunggal: sebagai contoh, Ibrahim di Judaisme, Yesus di Kristen, dan Muhammad di Islam. Kebenaran-kebenaran ini kemudian dicatat di dalam kitab-kitab suci yang berguna sebagai sumber pengetahuan dari kebijakan ilahi: Alkitab Ibrani, Perjanjian Baru, dan Al Qur’An. Di dalam tradisi agama Hindu, sebaliknya, tidak ada wahyu atau orthodoksi (doktrin yang didirikan) di mana beberapa orang mungkin mencapai pengetahuan ilahi atau menjalani kehidupan yang didukung oleh hukum agama. Tradisi agama Hindu mengakui ada berbagai jalan yang kemungkinan dicari beragam orang dan mengalami pemahaman dan arah keagamaan. Ia juga menyatakan bahwa tiap individu mempunyai potensi untuk mencapai pencerahan.

Komunitas Hindu pada hari ini banyak ditemukan di India dan di area sekitaran Nepal, serta di Bali khatulistiwa Indonesia. Banyak komunitas penganut Hindu berada di Sri Lanka, dan Bangladesh, Mauritius, Fiji, Hindia Barat, Afrika Timur, dan Afrika Selatan. Masyarakat Hindu juga tersebar pada sebagian besar dunia Barat. Saat ini penganut Hindu berjumlah hampir 900 juta, termasuk 200 juta yang tinggal di luar India, membuat mereka menjadi komunitas agama terbesar ketiga di dunia, setelah Kristiani dan Muslim.

Sejak jaman dahulu kala, ajaran Hindu telah melampaui batasan geografis dan mempengaruhi ide agama dan filsafat di seluruh muka bumi. Ajaran bangsa Persia, Yunani Kuno, dan bangsa Romawi Kuno mungkin saja dipengaruhi oleh agama Hindu. Tiga agama lain berasal dari India yang berkaitan erat dengan ajaran Hinduisme : Buddhisme, Jainisme, dan Sikhisme. Pada abad ke-19 filsuf Jerman Arthur Schopenhauer membaca kedua kitab suci Hindu dan Buddha kemudian banyak mendasarkan pemikirannya dari kedua kitab tersebut. Di Amerika Serikat, penulis abad ke-19 seperti Ralph Waldo Emerson dan Henry David Thoreau menarik buah pikiran dari agama Hindu dan kitab sucinya dalam mengembangkan filsafat transendentalisme mereka. Belakangan ini, pemimpin aktivis hak sipil Martin Luther King, Jr., mempelajari ajaran pemimpin Hindu Mahatma Gandhi mengenai protes anti-kekerasan. Di dalam lingkup budaya terkenal, musisi rock George Harrison memeluk agama Hindu pada tahun 60-an, dan beberapa anggota tandingan budaya (counterculture) di Amerika Serikat mengeksplorasi paham Hinduisme dan Buddhisme, begitupun penyair Beat (Beat Generation). Jutaan masyarakat Barat saat ini menjalani meditasi atau yoga untuk mencapai kebebasan dari stres maupun kebugaran jasmani, yang mengindikasikan keterbukaan masyarakat Barat terhadap amalan agama Hindu.

Translated from the original article by Sankrant Sanu:https://yoganearme.wordpress.com/2016/08/13/introduction-to-hinduism/

Featured Image – Wikipedia



Categories: Miscellaneous

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: